Ketahui 5 Pola Grafik Harga Crypto Ini

oleh -193 Dilihat
bitcoin coins on trading graph of chart diagram symbol of electronic virtual money and mining cryptocurrency concept coin crypto currency bitcoin concept photo
Ilustrasi Pola Grafik Crypto

bannerbudi 9

Tabloid Crypto – Mengerti waktu yang tepat untuk membeli dan menjual aset milikmu adalah salah satu hal paling penting dalam berinvestasi pada aset kripto. Analisis teknikal adalah salah satu cara paling populer untuk mendapatkan pemahaman tentang hal ini. Secara sederhana, analisis teknikal adalah teknik untuk membaca dan menginterpretasikan grafik harga aset. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi pola pada grafik harga candlestick untuk menentukan tren yang sedang terjadi, memprediksi harga jangka pendek, dan menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual aset. Anda dapat menemukan banyak informasi dari pola-pola ini. Apa saja pola candlestick yang harus Anda pahami? Bagaimana cara menemukannya? Berbagai macam pola candlestick dibahas secara menyeluruh di artikel ini.

Ringkasan Artikel

  • 📈 Pola grafik harga adalah serangkaian titik harga yang menciptakan sebuah bentuk dan diidentifikasi menggunakan garis tren. Pola-pola ini muncul ketika pelaku pasar membeli dan menjual pada level tertentu. Level ini biasanya berulang dalam jangka waktu panjang, menciptakan pola harga.
  • 📊 Terdapat 2 jenis pola harga yaitu pola continuation dan reversal. Pola reversal (pembalikan) adalah pola harga yang menandakan perubahan tren yang sedang terjadi. Sementara itu, pola continuation (kelanjutan) adalah pola harga yang melanjutkan tren yang sedang terjadi.
  • 🗒️ Prinsip penting dalam analisis teknikal adalah analisis yang kamu buat memiliki kemungkinan untuk salah. Terkadang kita membuat analisis bias yang memprediksi pergerakan harga sesuai dengan apa yang kita mau, bukan dengan informasi yang ada.

Baca Juga : Metode Membaca Pola Candlestick yang Mudah

Apa definisi pola grafik harga?

Serangkaian titik harga yang mengambil bentuk dan diidentifikasi dengan garis tren dikenal sebagai pola grafik harga. Berbagai jenis pola harga diciptakan oleh pergeseran antara tren naik dan turun selama pergerakan harga yang berlangsung dalam waktu yang lama. Ketika pelaku pasar membeli dan menjual barang pada level tertentu, yang biasanya berulang dalam jangka waktu panjang, pola harga muncul pada grafik harga. Pola-pola ini biasanya memiliki bentuk yang familiar, seperti segitiga, kotak, bendera, atau nama seperti head & shoulder.

Investor dan trader sering menggunakan berbagai pola harga untuk menganalisis pergerakan pasar saat ini dan memperkirakan pergerakan pasar di masa depan. Analisis teknikal mencakup identifikasi dan penemuan pola pada grafik harga. Investor aset kemudian menggunakan indikator teknikal untuk mendapatkan konfirmasi dan menentukan kebenarannya.

Teknik untuk menemukan dan menganalisis pola harga sudah ada sejak trading dimulai. Oleh karena itu, pola-pola di bawah ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, sejak dimulainya perdagangan saham dan Forex.

Dua Variabel Pola Grafik Harga

1. Reversal

Pola reversal menunjukkan bahwa investor mulai menjual ketika harga mencapai puncaknya dan antusiasme pembeli mulai habis. Di sisi lain, ketika harga rendah, banyak investor mulai membeli ketika antusiasme terhadap aset meningkat. Ini dikenal sebagai tahap akumulasi.

Karena pembalikan biasanya terjadi dalam jumlah besar, melihat jumlah transaksi yang terjadi sangat penting untuk mengidentifikasi pola reversal dengan tepat.

2. Continuation

Pola harga yang mengikuti tren tertentu disebut pola kelanjutan. Ia biasanya adalah periode istirahat sebelum tren kembali, entah itu tren penurunan atau kenaikan. Menurut tren yang terjadi, pola kelanjutan dibagi menjadi dua, yaitu pola kelanjutan bearish dan bullish. Pola kelanjutan bullish memberi tahu kita untuk membeli aset sebelum tren naik mulai.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan tentang pola continuation dan reversal adalah terkadang grafik harga tidak memberikan informasi yang cukup sehingga kita tidak dapat membuat kesimpulan yang tepat. Selain itu, terkadang sebuah pola dapat bergerak ke dua arah, menciptakan potensi continuation dan reversal dari satu pola. Hal ini terjadi karena banyak variabel mempengaruhi pergerakan harga. Oleh karena itu, analisismu harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.

Beberapa Ilustrasi Pola Grafik Harga

1. Rising & Falling Wedge

Rising & Falling Wedge
pola rising dan falling wedge. Sumber: The Investing ID

Kedua pola yang dapat membentuk tren reversal dan continuation adalah rising dan falling wedge (baji). Namun, pada umumnya, kedua pola ini merupakan sinyal terjadinya pola pembalikan. Kedua pola ini digambar dengan dua garis tren yang membentuk konvergensi yang mengarah ke atas atau ke bawah sesuai dengan tren yang sedang terjadi.

pola rising wedge adalah salah satu pola grafik harga yang bisa digunakan untuk memprediksi kenaikan harga
Pola rising wedge yang membentuk pola kelanjutan atau continuation.

Dalam pola wedge yang meningkat, volume perdagangan sebuah aset akan menurun meskipun harga aset tersebut terus meningkat. Pada gambar di atas, volume transaksi cenderung menurun sampai bagian ujung wedge. Setelah itu, harga turun sedikit tetapi terus naik sesuai tren kenaikan. Sebaliknya, wedge jatuh terbentuk ketika harga terus menurun dan membentuk titik harga atas yang semakin rendah hingga mencapai titik breakout (dalam pola pembalikan) atau harga turun drastis (dalam pola lanjutan).

Seberapa besar perubahan harga dan jumlah transaksi yang terjadi adalah cara untuk menentukan apakah pola wedge akan termasuk dalam pola reversal atau continuation.

2. Head & Shoulder dan Inverse Head & Shoulder

Pola grafik harga head & shoulder adalah pola penting tentang pembalikkan tren bearish
Proses terjadinya pola head & shoulder. Sumber: Trading Crypto Course

Salah satu pola grafik harga yang termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal) adalah Head & Shoulder (kepala dan pundak). Pola ini berbeda karena bisa menjadi sinyal bearish atau bullish, bergantung pada arahnya. Head & Shoulder yang membentuk bukit ke atas menandakan tren pembalikan bearish, sementara Inverse Head & Shoulder menandakan pola pembalikan yang bullish.

Pola harga head & shoulder dimulai dengan sebuah aset mencapai harga titik atas (pundak kiri), turun, lalu membuat titik atas kedua yang lebih tinggi. Terakhir, harga aset kembali turun dan membuat titik atas terakhir (pundak kanan), yang hampir sama dengan titik atas pertama. Saat dilihat, tiga titik atas ini akan membentuk tiga bukit, dengan bukit tengah lebih tinggi daripada yang lain, seperti kepala dengan pundak kiri dan kanan. Untuk pola head & shoulder, neckline, garis yang ditarik lurus sebagai fondasi saat harga turun, adalah yang paling penting. Apabila harga turun setelah pundak kanan menembus garis ini, pola head & shoulder terkonfirmasi.

Sebaliknya, kepala dan bahu mengarah ke bawah membentuk tiga bukit. Ia menunjukkan bahwa tren pembalikan bullish akan terjadi, di mana harga akan membalik dan naik. Konfirmasi pola head & shoulder biasa harus menunggu harga naik di atas garis neckline yang sudah ditentukan.

Baca Juga : Bagaimana Cara Melakukan Analisis Teknikal?

3. Pola Grafik Harga Cup & Handle

Cup and handle adalah salah satu pola grafik harga paling populer yang dapat memberikan tanda kenaikan harga
Pola cup & handle yang menandakan pola pembalikan tren. Sumber: Coin Desk

Pola harga cup & handle, atau cangkir dan gagang, termasuk dalam kategori pola reversal bullish, di mana tren bearish mulai membalik dan harga naik.

Seperti namanya, cup & handle adalah cangkir berbentuk U dengan gagang kecil. Pola ini dimulai dengan aset yang mengalami penurunan harga yang dalam dan kemudian mengalami pemulihan harga berbentuk U, mengembalikan harganya ke titik semula. Setelah itu, ada huruf U kecil yang berfungsi sebagai gagang cangkir sebelum harga menembus ke atas, mengkonfirmasi terjadinya breakout dan tren pembalikan.

Jika kita menggunakan grafik harga harian, pola ini paling akurat karena kita tidak akan terganggu oleh fluktuasi harga yang terjadi pada grafik per jam. Kondisi harga yang membentuk pola ini adalah saat yang ideal untuk membeli aset setelah breakout terkonfirmasi dan harga mengikuti pola ini.

4. Triple & Double Top and Bottom

Triple & Double Top and Bottom
Pola double top yang terbentuk. Sumber: C-Trade

Pola Double Top dan Double Bottom adalah pola yang menunjukkan pembalikan tren. Pola ini memiliki bentuk huruf M dan W, jadi cukup mudah diidentifikasi karena hanya bergantung pada level support dan resistance. Keduanya terbentuk ketika aset tidak dapat menembus level support atau resistance, dan kemudian melakukan tren reversal. Double top menunjukkan pola pembalikan bullish, sementara double bottom menunjukkan pola pembalikan bearish.

Dalam pola double top, harga aset mencoba menembus level resistance, turun ke level sebelumnya, dan kemudian mencoba menembus kembali harga tersebut, tetapi kedua upaya ini gagal. Ini mendorong harga ke dalam tren penurunan, menyelesaikan tren pembalikan bearish. Sebaliknya, dalam pola double bottom, upaya menembus level support yang gagal menciptakan katalis untuk pembalikan tren.

Untuk memastikan bahwa kedua pola di atas terjadi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah apakah harga dapat melampaui level support dan resistance yang sudah terbentuk. Selain dua pola di atas, ada pola triple top dan bottom. Pola double lebih sering ditemukan daripada pola triple, tetapi pola triple seringkali menunjukkan pembalikan yang lebih kuat.

5. Ascending & Descending Triangle

Ascending & Descending Triangle
Pola ascending triangle yang sedang terbentuk pada grafik harian Bitcoin.

Pola segitiga mendaki dan menurun terbentuk sebagai pola lanjutan dari tren yang sedang terjadi, tetapi juga dapat menandakan reversal atau pembalikan tren. Untuk mengetahui apakah itu pola lanjutan atau pembalikan, Anda harus memperhatikan pergerakan harga aset pada akhir segitiga.

Triangle naik dimulai dengan pergerakan besar ke arah bawah sampai harga mencapai titik konsolidasi. Pada saat ini, harga bergerak secara konsisten, menciptakan titik rendah yang lebih tinggi (high low) dan setidaknya dua titik puncak yang sama. Hal ini terus terjadi untuk menambah kekuatan sampai tren naik atau pembalikan ke bawah terjadi.

Dalam tren bearish, pola turunan triangle biasanya terbentuk ketika harga terus menurun dan membentuk beberapa harga atas yang semakin rendah (harga rendah) sebelum jatuh menembus level pendukung di ujung pola.

Baca Juga : Apa yang dimaksud dengan Analisis On-Chain dalam Crypto?

Prinsip Dasar dalam Mengidentifikasi Pola Grafik Harga

  • 🔍 Selalu cari konfirmasi tambahan: Konfirmasi adalah situasi di mana pergerakan harga aset mengikuti prediksi atau syarat yang sudah kamu tentukan. Analisis pola akan lebih akurat ketika kamu sudah mendapatkan beberapa konfirmasi yang mengisyaratkan pergerakan harga sesuai dengan analisismu.
  • 📊 Perhatikan volume pada grafik harga: Volume transaksi adalah indikator sederhana yang bisa kamu gunakan dalam berbagai analisis teknikal termasuk dalam mengidentifikasi pola harga. Volume juga dapat memberikan tanda awal akan adanya pembalikan tren atau pun stagnasi.
  • ❓ Analisis teknikal bukan ilmu pasti: Prinsip penting dalam analisis teknikal adalah analisis yang kamu buat memiliki kemungkinan untuk salah. Terkadang kita membuat analisis bias yang memprediksi pergerakan harga sesuai dengan apa yang kita mau, bukan dengan informasi yang ada.
  • 📈 Membuat garis tren secara akurat: Garis tren adalah sebuah garis yang menyambungkan beberapa titik harga penting dalam sebuah grafik. Garis tren yang akurat merupakan bagian penting dari analisis teknikal aset kripto. Pastikan garis tren yang kamu buat menyentuh titik-titik harga penting di bagian bawah atau pun di atas grafik harga. (red/tc)

Berlangganan Tabloid Crypto

Verifikasi Data Indodax Cara Membuat Wallet dan Deposit di Indodax 6

NAGA INTERIOR Banner 1 1 scaled

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Responses (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *