Korea Utara dan Penggunaan Kripto Curian untuk Pengembangan Senjata

oleh -1479 Dilihat
Korea Utara dan Penggunaan Kripto Curian untuk Pengembangan Senjata 10
Ilustrasi Korea Utara dan Penggunaan Kripto Curian untuk Pengembangan Senjata

bannerbudi 9

Tabloid Crypto – Dilansir dari laporan Dewan Keamanan PBB, Korea Utara telah menggunakan kripto senilai $3 miliar yang dicuri selama tujuh tahun terakhir untuk mendukung pengembangan senjata pemusnah massal.

Investigasi baru menunjukkan bahwa perusahaan kripto dan individu kaya menjadi korban tipuan oleh peretas Korea Utara, yang kemudian dana tersebut digunakan untuk tujuan yang tidak etis.

Baca Juga : Manfaat Mata Uang Digital Bank Sentral Dikaji oleh IMF

Praktik Peretasan Korea Utara

David Robinson, salah satu pendiri Internet 2.0 dan mantan Pejabat Intelijen Angkatan Darat Australia, mengungkapkan dalam wawancara dengan Sky News bahwa konsumen berisiko besar dari serangan peretas Korea Utara. Menurut PBB, peretas tersebut telah berhasil mencuri dana sebesar $3 miliar hingga saat ini.

Investigasi dan Serangan Siber

Komite sanksi Dewan Keamanan PBB telah menyelidiki 97 dugaan serangan siber Korea Utara terhadap perusahaan mata uang kripto antara tahun 2017 dan 2024, dengan total kerugian mencapai $3,6 miliar. Peretas ini tidak hanya menargetkan platform kripto, tetapi juga konsumen dan individu kelas atas yang menggunakan kripto untuk transaksi bisnis.

Teknik Peretasan dan Ancaman Baru

Pada bulan Mei, laporan muncul mengenai peretas Korea Utara yang menggunakan malware baru bernama “Durian” untuk menyerang perusahaan cryptocurrency di Korea Selatan. Mereka juga memanfaatkan media sosial dengan membuat profil palsu selebriti atau profesional untuk mempromosikan skema penipuan kripto dan tautan phishing.

Baca Juga : Transformasi Ekonomi Argentina: Dukungan Milei untuk Bitcoin

Kolaborasi dengan Rusia

Analis Blockchain mencatat adanya peningkatan kolaborasi antara pertukaran kripto Rusia dan kelompok peretas Korea Utara sejak tahun 2021. Hal ini terjadi karena pemantauan internasional yang menghambat aktivitas on-chain Korea Utara. Kelompok peretas ini sering menggunakan bursa Rusia untuk mencuci kripto yang dicuri dari berbagai platform.

Dengan adanya praktik peretasan yang semakin canggih dan kolaborasi antara kelompok peretas Korea Utara dengan pertukaran kripto di Rusia, penting bagi seluruh pemangku kepentingan di dunia kripto untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan terhadap ancaman yang ada. (red/tc)

Berlangganan Tabloid Crypto

Triv Banner jpg

NAGA INTERIOR Banner 1 1 scaled

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Responses (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *